Kasih Karunia untuk menjadi karpet merah-Nya

Shallom

Minggu ini saya diingatkan tentang bagaimana itu menjadi karpet merah-Nya Tuhan. Mungkin saudara bertanya-tanya, apakah itu karpet merah-Nya Tuhan?

Coba mari kita belajar dari satu tokoh bernama Yohanes Pembaptis (Yohanes 3 : 1 -12). Dia adalah orang yang dipanggil untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan.  Yang menyerukan suara pertobatan kepada orang-orang disekelilingnya karena Tuhan sudah dekat.

Begitu juga dengan kita saudara, bukan hanya Yohanes pembaptis saja yang dipanggil untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan. Tapi masing-masing dari kita adalah karpet merahnya Tuhan. Jadi janganlah kita lupa, karena kebanyakan kita lupa dan kita ingin menjadi “Bintangnya”. Ingat saudara, bintangnya adalah Tuhan Yesus  dan sungguh kasih karunia yang besar jika kita dipilih menjadi karpet merahnya Tuhan Yesus supaya Dia dapat lewat di setiap kota.

Mari kerjakan bagian kita di setiap kota, di setiap pekerjaan, di setiap komunitas dengan baik karena engkaulah karpet merahnya Tuhan disana. JIKALAU BUKAN ENGKAU, SIAPA LAGI?

(NA)

Advertisements

Belajar Kata “SEPAKAT” dari Kumpulan Burung Angsa

 

Suatu hari saya melihat sebuah tayangan televisi yang menayangkan tentang migrasi burung angsa tersebut. Saya sangat tertarik dengan hal ini, kemudian saya mencoba mencari beberapa fakta tentang migrasi burung angsa ini dan saya menemukan video di atas.

Bila saudara lihat video di atas, saudara akan melihat bahwa ada sekelompok burung angsa yang terbang bersama – sama.  Mereka mempunyai satu tujuan, yaitu bermigrasi ke tempat yang lebih hangat untuk menghindari musim dingin. Sekilas tampak biasa saja, tapi jika saudara cermati lebih lagi, mereka membentuk formasi yang berbentuk huruf  “V”. Formasi ini bukan formasi sembarangan. Saya menemukan beberapa fakta yang luar biasa mengenai formasi ini :

  1. Kepakan sayap angsa di depan, memberi “daya dukung” bagi angsa dibelakangnya. Angsa di belakang tidak perlu susah-payah menembus ‘airwall’ di depannya. Hasilnya, seluruh kawanan angsa dapat menempuh jarakterbang 71 % lebih jauh dari pada kalau setiap angsa harus terbang sendiri-sendiri.
  2. Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan angsa di depannya.
  3. Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.
  4. Angsa-angsa yang terbang dalam formasi mengeluarkan suara riuh-rendah dari belakang memberi semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.
  5. Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh dan berusaha untuk mendorongnya agar dapat terbang lagi, tidak sampai mati. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.

Lalu, apa hubungannya dengan kehidupan kerohanian kita?Apa hubungannya dengan pekerjaan Tuhan percayakan kepada kita?Sangat berhubungan sekali saudara.

Dalam Kisah Para Rasul 2 : 41 : 47,yang mengisahkan tentang cara hidup jemaat yang pertama. Mereka sepakat, sehati, sepikir dan satu tujuan. Tidak ada yang mengutamakan kepentingan pribadi, tapi semua mengutamakan kepentingan Tuhan. Yang kuat menanggung yang lemah, mereka tahu kalau mereka berjalan sendiri, mereka akan lemah, tapi saat mereka berjalan bersama – sama dan Tuhan sebagai kepalanya, maka mereka akan menjadi kuat. Tidak heran kalau pada saat itu komunitas ini memberi dampak yang luar biasa pada orang – orang di sekitarnya, hidup mereka penuh kuasa dan otoritas.

Mari terus berjuang seperti  burung angsa yang terbang menuju satu tujuan. Sampai kemuliaan Tuhan dinyatakan, di bumi seperti di sorga. Amien. GBu

 

(NA)